Nimbang Pesawat

Aaaaakkkk….. di hari ke-30 (terakhir) malah gak bisa nulis… maaf yaaa 😦

Jadi ceritanya semalem itu saya kena overtime yang terlalu over. Hahaha. Awalnya sih rencananya cuma normal saja, tapi malah kebablasan. Pas saya turun di hanggar, rencana saya ke pesawat N110, katanya lagi mau benerin lighted panel di kokpit yang kemarin mati, tapi malah ketemu bapak-bapak hanggar. Beliau minta dibantu buat nimbang pesawat N65 untuk keperluan first flight. Sebenernya ini bukan bagian saya sih, tapi yaudah lah gak ada salahnya juga kalo saya belajar gimana sih nimbang pesawat (bahasa kerennya nimbang = weighing).

Saya masuk ke dalam pesawat N65 dan kaget, “matilah ini”, ternyata di dalam masih baru mulai pasang support dan interior. Padahal kalo mau nimbang itu harus sudah lengkap semuanya. Waktu itu udah menjelang maghrib. Ya sudah, pasrahlah saya sembari nyari cara melarikan diri. Wakakaa. Tapi ternyata sampai dimulainya nimbang sekitar jam 21.00 an, saya gagal melarikan diri. Hikss..

Nah, nimbang pesawat dimulai. Saya pengen ceritain dikit nih,

Jadi nimbang pesawat semalam itu dilakukan pakai platform. Ada lima platform yang dipakai, masing-masing nanti dipasang di roda pesawatnya (depan 1, tengah kiri 2, kanan 2). Ohiya, platform ini sebenernya timbangan itu lho, jadi nanti buat ngitung beratnya di titik itu berapa.

weighing

Platform disiapkan di belakang masing-masing roda itu, trus pesawatnya nanti ditarik atau didorong ke atas platform itu. Kalo udah di atas, towing bar dilepas, trus angka di masing-masing platform sudah bisa dicatat tuh berapa kilogram berat di masing-masing roda. Kalo udah dicatat, per nilainya nanti harus dikoreksi pakai error timbangan yang nanti muncul pas pesawat udah turun dari platform. Nilai error paling sekitar plus minus 1 lah. Nah, nilai kelima titik itu lalu dijumlahkan dan jadilah itu berat pesawat. Karena semalam itu kondisi pesawat tanpa fuel, maka disebutnya hasil timbangan itu adalah “empty weight aircraft”. Nilainya semalem dapet sekitar 8.900 kg-an.

Semalam itu kebetulan engineering weighing nya kebetulan lagi assessment metode nimbang. Jadi, gak cuma sekali saja ambil datanya, sampai lima kali malah. Assessment ini dilakukan dengan memutar platform sebanyak lima kali untuk kompensasi error alat ukur. Hasilnya setelah dihitung-hitung ternyata gak beda jauh. Kesimpulannya platform ini errornya masih bisa ditolerir lah. Jadi metode nimbang pakai platform nanti bisa dijadikan pengganti metode nimbang sebelumnya yang pakai load cell.

Akhirnya, nimbang semalam selesai jam 22.42. Keluar kawasan sekitar pukul 23.00, sampai kosan jam 23.45. Sudahlah, mau nulis day 30 gak cukup, akhirnya saya ikhlaskan saja. 😀

Ohiya, ini nih saya share foto-fotonya.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Udah, itu caranya nimbang pesawat. Gampang kan. 😀

Semoga bermanfaat. :))

Advertisements

About didik

Hanggar, apron dan runway adalah tempat yang paling menyenangkan. Angin bertiup kencang dengan iringan desing putaran propeller adalah pelengkap sempurna untuk menikmati duduk sejenak di tepi hanggar ini sambil mengisi lembaran catatan harian.
This entry was posted in Challenge and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Nimbang Pesawat

  1. wardah says:

    Mas, ini kamu nulis apaan sih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s