Teknik Fisika dan Pesawat #2 : AEI Engineering (1)

Jpeg

Salah satu bidang engineering di flight line adalah AEI (Avionics and Electrical Instrument) system. Pekerjaan AEI yang dilakukan di flight line adalah functional test with engine on (ground run) dan juga flight test oleh personil air crew. Sebelum kedua tes tersebut tentunya sudah ada pekerjaan pendahulu yaitu instalasi dan functional test AEI system with engine off yang dilakukan oleh personil AEI Test Final Assembly Line (FAL).

Seperti yang sudah saya singgung di tulisan sebelumnya, sistem AEI mencakup seluruh peralatan (instrumen) avionik dan elektrik. Berikut coba saya detilkan satu per satu :

Sistem Avionik

Sistem avionik yang terdiri dari beberapa instrumen elektronik yang fungsinya lebih banyak pada arah kendali pesawat itu sendiri ketika terbang / operasi. Saya akan coba kelompokkan beberapa instrumen avionik sebagai berikut :

1. Komunikasi

Pesawat memerlukan instrumen agar bisa berkomunikasi dengan pihak lain seperti ATC (Air Traffic Controller) Bandara, ground station atau pesawat lainnya. Instrumen yang digunakan untuk komunikasi itu adalah sistem radio pada band frekuensi tertentu. Ada tiga band frekuensi yang dipakai, yaitu HF (High Frequency : 3-30 MHz), VHF (Very High Frequency : 30-300 MHz) dan UHF (Ultra High Frequency : 300-960 MHz). Kalo instrumen radionya sendiri yang dipakai ada Radio HF, Radio VHF dan Radio V/UHF (gabungan VHF dan UHF yang frekuensinya antara 30-400 MHz dan ada pula yang sampai 960 MHz)

Personil dalam pesawat itu sendiri (pilot, copilot, cabin crew, penumpang) juga memerlukan instrumen untuk komunikasi antara mereka. Di dalam pesawat kalo udah engine ON, suaranya bising sekali, bahkan buat ngobrol langsung aja gak kedenger kalo gak pake teriak-teriak. Selain itu misal dari cockpit mau ngobrol sama cabin crew yang di belakang kan susah harus jalan ke sana ke mari. Maka itu, untuk mempermudah dipasang instrumen bernama Intercommunication System (ICS) yang berfungsi untuk interkomunikasi dalam pesawat. Ohiya, speaker di kabin itu juga termasuk ICS lho ya.

Pada pesawat yang sudah advance biasanya ditambah satu lagi instrumen komunikasi yaitu Satcom (Satellite Communication). Satcom ini dipakai untuk komunikasi pesawat dengan satelit, biasanya untuk akses data tertentu. Biasanya pesawat yang pakai Satcom ini adalah pesawat militer mission. Nggak tau sih kalo pesawat gede macem Boeing / Airbus komersil itu pakai Satcom juga apa enggak.

Nah, semua hal tentang komunikasi ini sudah diatur dalam regulasi ATA (Air Transport Association of America) Chapter 23. Silahkan kalo mau baca lebih detil, gugling aja yes. Ini coba gambarannya di pesawat C295 Airbus Military dari gugel dengan sedikit tambahan

komunikasi-295

Gambar ambil dari http://jakartagreater.com dengan beberapa editan

Buat anak Tekfis, jelas banget ini matkul yang bakal kepakai kalo mau mendalami bidang komunikasi adalah elektromagnetika, komunikasi data, pengolahan sinyal audio, sistem digital, dll. Kalo anak Tekfis kampus saya pasti sudah pengalaman soal radio komunikasi ini, karena mereka kan sering main antenna. Iyo po ndak ? Hehehe..

2. Navigasi

Sistem navigasi ini filosofinya hampir mirip dengan komunikasi. Dia pakai band frekuensi tertentu juga (yang saya juga gak hapal) dan mainnya model transmit-receive. Sistem navigasi ini diatur dalam ATA Chapter 34.

Alat navigasi di pesawat ada banyak macam. Coba di sini saya sebutkan yang basic ya :

  • VHF Navigation (VOR System) dan DME (Distance Measurement Equipment) : dipakai untuk pemandu pendaratan (ILS – Instrument Landing System). ILS ini terdiri dari beberapa antenna receiver yaitu Localizer, Glide-Slope, Marker Beacon dan DME (Penjelasan masing-masing nanti ya biar penasaran). Pesawat basicly selalu dilengkapi ILS yang bisa dipakai untuk memandu pendaratan di bandara yang sudah pakai ILS. Biasanya sih bandara yang pakai ILS adalah bandara besar seperti Halim PK, Soetta, Juanda, dll. (Bandara Husein belum ada ILS)
  • ADF (Automatic Directional Finder) : ADF ini dipakai untuk menunjuk arah ground transmitter tertentu. Ground transmitter adalah pemancar sinyal yang ada di darat, misal ground base operation, bandara, dll.
  • GPS (Global Positioning System) : Nah ini lebih advance, yaitu pemandu navigasi dari satelit. Navigasi GPS pesawat biasanya dimasukkan ke dalam sistem FMS (Flight Management System) untuk bisa bikin flight plan pesawat mau terbang ke mana saja berdasarkan posisi latitude dan longitude
  • ELT (Emergency Locator Transmitter) : ini peralatan emergency sih. Jadi cuma bekerja saat kondisi emergency misal kecelakaan. Kalo suatu pesawat kecelakaan (jatuh) maka ELT ini akan transmit sinyal di frekuensi emergency (121.5 MHz / 243 MHz / 406 MHz) untuk mempermudah pencarian lokasi pesawat itu

Masih sama ya untuk anak Tekfis matkul yang kepakai pasti soal komunikasi data, telemetri, pengolahan sinyal dan elektromagnetika. Ini gambaran antena navigasi di pesawat C295 Airbus Military yang saya dapet dari gugel.

navigasi-295

Gambar ambil dari http://jakartagreater.com dengan beberapa editan

Wah, udah dapet banyak ya padahal bahasannya masih banyak. Oke sementara udah dulu sampai segini biar gak panjang banget, dan saya juga mau napas dulu ya. Hehehe…

To be continued. Semoga bermanfaat. šŸ™‚

Advertisements

About didik

Hanggar, apron dan runway adalah tempat yang paling menyenangkan. Angin bertiup kencang dengan iringan desing putaran propeller adalah pelengkap sempurna untuk menikmati duduk sejenak di tepi hanggar ini sambil mengisi lembaran catatan harian.
This entry was posted in Pesawat and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s