Teknik Fisika dan Pesawat #3 : AEI Engineering (2)

Oke, topik lanjutan AEI Engineering (2) seputar avionik kali ini saya akan bahas soal teknologi sensor dan kendali di pesawat. Jadi, tolong disiapkan refresh matkul teknologi sensor dan kontrol otomatis yak. Silahkan menikmati :

3. Sensor

Ada banyak sensor di pesawat untuk sensing parameter apapun yang dibutuhkan air crew. Kali ini yang saya bahas adalah sensor yang berhubungan sama avionik saja dulu ya.

  • Pitot-Static System : ini adalah sensor untuk mengetahui ketinggian baro altitude (ketinggian dari permukaan laut) dan airspeed (kecepatan) si pesawat pada kondisi tertentu. Dari sensor itu lalu masuk ke komputer agar datanya bisa diolah secara digital. Komputer itu bernama Air Data Computer (ADC)
  • Angle of Attack : sensor ini untuk mengetahui sudut serang pesawat. Fungsinya adalah untuk warning ketika pesawat akan mencapai kondisi stall. Apa itu stall ? Coba cari di gugel. :p
  • Radio Altimeter : kalo dari pitot-static ketinggian yang terukur adalah terhitung dari permukaan laut. Nah, kalo ketinggian dari permukaan tanah diukur pakai radio altimeter ini. Tau kan bedanya ?
  • Attitude and Heading : attitude itu perilaku pesawat, ada roll (putar sumbu X), pitch (naik-turun / putar sumbu Y) dan yaw (putar dari sumbu Z). Kalo heading adalah arah hadap pesawat. Dulu, sensor untuk attitude-heading ini pakai gyroscope (directional gyro dan vertical gyro). Kalo sekarang sudah pakai accelerometer. Alatnya bernama AHRS (Attitude Heading Reference System)
  • Cuaca : untuk mendeteksi cuaca sekitar yang hubungan dengan turbulensi awan, di pesawat dilengkapi Weather Radar (WXR). WXR ini mendeteksi awan yang mengandung air, jadi pilot nanti bisa tau mana daerah yang ada awan kandungan airnya tinggi, mana yang tipis. Sehingga bisa mengemudikan pesawat lewat jalur yang aman demi keselamatan crew dan penumpang
cn235-sensor

Gambar ambil dari sini http://avia.pro/sites/default/files/cn-235_presidential_airways.jpg dengan beberapa perubahan

4. Display

Display di pesawat maksudnya adalah tampilan dari berbagai parameter yang sudah di-sensing oleh sensor pesawat di atas. Jaman dulu display masih pakai EADI (Electronic Attitude Direction Indicator) dan HSI (Horizontal Situation Indicator). Kalo sekarang sudah integrated dalam satu display bernama EFIS (Electronic Flight Instrument System).

EFIS terdiri atas dua macam display yaitu Primary Flight Display (PFD) dan Multi-Function Display (MFD) atau disebut juga Navigation Display. PFD berisi informasi altitude (baro dan radio), airspeed, attitude, mode navigasi aktif, dll. Kalo MFD biasanya tampilannya berupa compass rose (electric compass) untuk heading dan beberapa display navigasi lain.

Ada lagi tambahan display standby. Maksudnya, display ini sebagai backup jika terjadi kerusakan pada display utama. Isi dalam display standby ini adalah attitude, altitude dan airspeed. Display standby ini biasa disebut IESI (Integrated Electronic Standby Instrument System).

Contoh display ini nih coba saya ambilkan dari gugel di cockpit pesawat Boeing 737

cockpit-boeing

Gambar ambil dari sini https://c1.staticflickr.com/1/634/23304460619_17edb2482c_b.jpg dengan beberapa perubahan

5. Recording

Nah, ini mungkin sudah banyak tau ya. Sistem recording (perekaman) di pesawat berfungsi sebagai alat keselamatan jika terjadi insiden. Ada dua macam sistem recording, yaitu data dan suara. Recording data adalah menggunakan FDR (Flight Data Recorder) sedangkan recording suara menggunakan CVR (Cockpit Voice Recorder). FDR dan CVR ini biasanya disebut black box atau kotak hitam

6. Enhance

Yang saya maksud dengan enhance di sini adalah instrumen tambahan untuk menunjang operasi pesawat. Ini macamnya banyak tergantung jenis pesawat dan keperluannya apa. Semakin kompleks operasi pesawat maka enhance system di sini akan semakin banyak pula. Karena keterbatasan pengetahuan, saya akan coba sebutkan yang basic saja.

  • Transponder (Mode A, Mode C dan Mode S) : alat ini dipakai untuk me-reply interogasi dari bandara yang membutuhkan informasi khusus pesawat untuk mengatur lalu lintas udara (ATC). Informasi dari mode A adalah Flight ID dan Squawk Number pesawat. Mode C memberikan informasi squawk dan baro altitude pesawat. Mode S sama seperti mode C tapi dia bisa digunakan untuk masuk sistem lain yaitu TCAS. Selain itu untuk keperluan lain mode S ini juga bisa ditambah kemampuan ADS-B (Automatic Dependent Surveillance – Broadcast) dimana kebanyakan pesawat pakai sistem ini dalam transponder nya. Ohiya, yang hobi lihat https://www.flightradar24.com itu juga output dari Transponder pesawat ini lo ya. Coba cek di gugel untuk lebih lengkap
  • TCAS (Traffic Collision and Avoidance System) : inti fungsi dari sistem ini adalah mencegah pesawat agar tidak bertabrakan di udara dengan pesawat lainnya. Inputan sistem ini adalah dari Mode S Transponder. Sistem kerjanya adalah permainan interogasi pesawat lain dengan Mode S Transponder itu lalu komputer TCAS akan memberikan caution / warning kepada Pilot apakah harus naik atau turun atau tetap di situ
  • Flight Director / Autopilot : rasanya udah familiar ya sama nama sistem ini. Ini sistem kontrol otomatis banget lo, ada sensor, ada controller dan ada actuator. Ini bisa banget kalo dibikin blok diagram kontrol seperti di buku Nise itu. Hehehe.. Intinya, sistem ini untuk mempermudah pilot menerbangkan pesawat sih. Bayangkan kalo terbang 12 jam-an, masak ya pilot harus megang kemudi terus, capek laah. Haha. Maka itu dipasang Autopilot. Autopilot ini diatur dalam ATA Chapter 22 (Autoflight)
  • GPWS (Ground Proximity Warning System) : ini sistem untuk menunjang keselamatan para crew dan penumpang. Inti fungsinya adalah untuk mencegah supaya pesawat nggak nabrak gunung. Dia memadukan inputan berbagai sensor pesawat, lalu diolah dalam komputer (controller), trus outputnya berupa visual (lampu / display) dan aural (audio) untuk caution / warning ke crew. Udah, singkatnya begitu. Hehe.

Alhamdulillah, selesai sudah soal sistem avionik. Banyak juga ya ternyata. Hehehe.

Seri AEI Engineering ini belum selesai loh, masih ada sistem elektrik. Insya Alloh dilanjut di tulisan berikutnya ya.

Semoga bermanfaat. 🙂

Advertisements

About didik

Hanggar, apron dan runway adalah tempat yang paling menyenangkan. Angin bertiup kencang dengan iringan desing putaran propeller adalah pelengkap sempurna untuk menikmati duduk sejenak di tepi hanggar ini sambil mengisi lembaran catatan harian.
This entry was posted in Pesawat and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s