Teknik Fisika dan Pesawat #4 : AEI Engineering (3)

Lanjut ke serial selanjutnya, masih di AEI Engineering. Kali ini adalah bagian kelistrikan atau bahasa kerennya elektrik.

Sistem Elektrik

Sistem elektrik yang ada di pesawat didesain sangat spesifik tergantung jenis dan kebutuhan listrik di dalam pesawat. Misalnya, untuk CN235 memiliki kelistrikan yang lebih kompleks dibanding NC212 karena dan kebutuhannya listrik untuk perangkat di dalam pesawat lebih banyak.

Saya akan coba bahas secara umum saja tentang elektrik ini biar gak terlalu menjurus ke pesawat tertentu. Bagian yang saya kategorikan sebagai sistem elektrik di tulisan ini adalah berdasar pada jenis pekerjaan di tempat kerja saya sekarang. Oke, kita mulai. 🙂

1. Electrical Power Generation and Distribution System (EPGDS)

Power Generation

Bagian ini adalah inti dari sistem elektrik pesawat. Isinya tentang power generation (pembangkitan listrik) dan distribusinya sampai ke perangkat pemakai listrik tersebut. EPGDS ini dibahas dalam ATA Chapter 24.

Power generator di pesawat ada beberapa macam, lagi-lagi tergantung jenis pesawatnya. Di sini akan saya coba ceritakan secara umum berdasar kategori listriknya, yaitu AC (Alternating Current) dan DC (Direct Current) serta tambahan power dari External Power.

a. AC Power Generation

Pada dasarnya listrik AC di pesawat dibagi lagi menjadi dua jenis : AC Wild Frequency dan AC Constant Frequency (istilah ini benar-benar baru saya dapatkan di kerjaan ini. :D)

  • AC Wild Frequency

Listrik AC frekuensi buas. Hahaha. Itukah artinya ? Nggak tau deh apa, intinya itu hanya istilah aja. Sistem pembangkit AC wild ini bersumber dari Alternator yang terpasang di masing-masing engine pesawat (jumlahnya ada dua). Alternator ini punya output power 3-fase 115/200 VAC 26 kVA dimana besarannya tergantung dari kecepatan putar engine pesawat. Yang saya tau, listrik dari alternator ini nggak bisa langsung dipakai kecuali oleh Engine Air Inlet Anti Icing Heaters. Selain itu, power AC wild dari alternator ini masuk ke Transformer Rectifier Unit (TRU) untuk dikonversi jadi listrik DC dan masuk ke DC distribusi.

  • AC Constant Frequency

Untuk kategori listrik AC ini bersumber dari perangkat bernama Inverter. Sudah tau inverter ? Inverter adalah alat yang mengubah listrik DC jadi AC. Output inverter ini adalah 115/26 VAC frekuensi 400 Hz single-phase. Listrik output inverter ini bisa langsung dipakai untuk peralatan avionik atau lainnya yang membutuhkan listrik 26 VAC atau 115 VAC.

b. DC Power Generation

Sistem pembangkitan listrik DC ini lebih beragam, karena outputnya hanya satu jenis, yaitu 28 VDC sesuai dengan kebutuhan listrik peralatan di pesawat. Ada beberapa macam alat pembangkit listrik DC :

  • Generator DC

Pada masing-masing engine pesawat, selain dipasang alternator sebagai generator AC juga dipasang generator DC. Generator DC ini adalah power source DC yang utama di pesawat.

  • Transformer Rectifier Unit (TRU)

TRU ini adalah converter listrik AC dari alternator menjadi listrik DC 28 Volt. Output dari TRU ini sudah bisa digunakan dan masuk ke DC distribusi untuk keperluan listrik DC di pesawat.

  • Baterai

Pesawat juga dilengkapi sistem baterai yang jumlahnya tergantung kebutuhan. Baterai ini bukan source utama, tetapi dijadikan suplai listrik ketika kondisi emergency. Beberapa instrumen utama seperti sistem komunikasi mengambil source listrik dari baterai ini untuk persiapan (back-up) ketika suatu saat terjadi kegagalan di generator DC atau TRU. Baterai ini untuk charging-nya dapat dari generator DC.

cn235-kcg

Gambar CN235 – KCG ambil dari sini : http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2012/05/korea-cn-235-coast-guard11.jpg dengan beberapa perubahan

c. External Power (tambahan)

Power generation yang sudah saya bahas di atas semuanya masuk dalam kategori internal power. Maksudnya internal power adalah sistem tersebut sudah ada dalam pesawat. Ada tambahan lagi yaitu external power yaitu dari GPU (Ground Power Unit). GPU ini dipakai sebagai power source ketika pesawat ada di darat dimana jenisnya bisa AC bisa juga DC. Yang saya tau pesawat yang pakai GPU ini adalah macam pesawat CN235, NC212 dan C295. Kalo pesawat gede macam Boeing 737 ke atas itu saya belum tau deh external power-nya pakai apa.

gpu

Pesawat CN235 – Senegal dengan unit GPU

Sistem power generation di pesawat sudah didesain sedemikian rupa sehingga saling back-up satu sama lain. Ketika terjadi kondisi satu alat power generator fail (katakanlah generator) maka alat lain harus ada yang bisa mem-back-up line power dari alat yang fail tersebut. Ini demi keselamatan selama penerbangan.

Power Distribution

Maksud dari distribusi ini adalah penyaluran listrik dari pembangkitan tadi ke masing-masing peralatan di pesawat. Distribusi listrik di pesawat secara umum dikategorikan berdasar jenis listriknya, yaitu AC dan DC. Sistem distribusi ini customizing banget tergantung si Engineer Design mau kayak gimana. Tapi saya akan coba bahas secara umum bagian-bagiannya adalah seperti ini :

a. Sistem proteksi

Sistem proteksi dirancang dengan tujuan untuk keamanan kelistrikan dan juga keamanan peralatan elektronik. Sistem ini biasanya dimainkan dengan alat macam trafo, dioda, fuse dan circuit breaker. Alat apa itu ? coba deh gugling, pasti nemu banyak

b. Sistem distribusi

Ini maksud saya adalah yang menjurus ke teknis distribusi, mau ke sistem kiri (LH) atau kanan (RH). Customizing design elektriknya ada di sini. Satu pesawat biasanya punya basic configuration, lalu nanti di-customize sesuai kebutuhan. Kalo di sistem ini peralatan yang main adalah relay dan kontaktor (beda jauh ya istilah ini sama kontraktor. :p). Apa itu ? Gugling lagi coba. Melalui mekanisme relay dan kontaktor distribusi ini juga diatur bagaimana penanganan jika terjadi kegagalan pada line distribusi tertentu agar segera di-back-up oleh line lainnya.

fuse-and-contactors-box-jpg

Contoh foto box fuse dan kontaktor sebagai sistem proteksi dan distribusi listrik

Jpeg

Circuit Breaker yang akan dipasang di overhead panel cockpit pesawat

c. Bus bars

Nah, kalo listrik udah sampai di bus bars ini artinya udah deket banget mau sampai ke peralatan elektroniknya. Ini macam batang / plat gitu yang nanti di-tapping oleh koneksi ke per-bagian peralatan tertentu. Ada banyak macam bus bars di pesawat yang biasanya dikategorikan berdasarkan sumbernya misal : Battery Bus, Generator Bus, Hot Bus, Essential Bus, Secondary Bus, dll. Tiap pesawat beda-beda dalam penamaan bus bars ini. Dari bus bar ini nanti keluar listrik lewat fuse dan circuit breaker, lalu sudah deh listriknya sampai ke peralatan avionik yang membutuhkan.

bus-bar

Bus Bars dalam panel circuit breaker pesawat

Itu sekilas tentang EPGDS pesawat yang ternyata udah jadi banyak banget. Hubungan sama Tekfis apa ? Yoo, tetap berhubungan juga meskipun nggak dalem banget belajar soal elektriknya. Dasar soal elektrik kalo di Tekfis itu di matkul Rangkaian Listrik sama Teknik Tenaga Listrik. Karena hanya dapet basic ilmunya dari kedua matkul itu jadinya ya harus memperdalam sendiri kalo memang serius ingin konsen ke bidang elektrik ini.

Sekian dulu ya, insya Alloh nanti disambung lagi.

Semoga bermanfaat. 🙂

Advertisements

About didik

Hanggar, apron dan runway adalah tempat yang paling menyenangkan. Angin bertiup kencang dengan iringan desing putaran propeller adalah pelengkap sempurna untuk menikmati duduk sejenak di tepi hanggar ini sambil mengisi lembaran catatan harian.
This entry was posted in Pesawat and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s