Teknik Fisika dan Pesawat #5 : AEI Engineering (4)

Masih tentang sistem elektrik yang belum habis. Kalo bicara soal elektrik nggak hanya menyediakan power dari generator sampai ke user, tapi ada juga sub sistem lain yang masuk kategori elektrik. Yuk, coba kita mulai :

2. Sistem Lighting

Sistem pencahayaan atau bahasa inggrisnya lighting masuk juga dalam kerjaan orang elektrik (AEI). Di pesawat sistem ini dibagi menjadi dua :

a. Internal Lighting

Internal lighting adalah sistem pencahayaan di dalam cockpit maupun cabin. Kalo bahas lighting yang ini sebenernya mengingatkan saya pada matkul Fisika Bangunan, karena pernah dulu ada tugas akuisisi data pencahayaan di Masjid Kampus. Hehe. Kalo di pesawat sekarang gak ada akuisisi data macam begitu, langsung pasang aja. Mungkin kalo di pesawat prototype macam N219 bakalan ada akuisisi data seperti itu.

Nah, internal lighting ini ada beberapa macam :

  • Flight compartment lighting : ini adalah lighting pada instrumen-instrumen pesawat. Kebanyakan di cockpit dan beberapa di cabin. Tujuannya agar flight crew bisa melihat dengan jelas simbol-simbol instrumen ketika kondisi gelap
Jpeg

Overhead Panel Lighting

  • Main cabin lighting : ini perlampuan di cabin, ya standar lah seperti itu. Pasti tau bagi yang sudah pernah naik pesawat. :p
Jpeg

Main Cabin Lighting (Pesawat jaman belum jadi. :D)

  • Cargo compartment area lighting : khusus pesawat cargo kalo ini
  • Passenger signs : ini lampu panel peringatan atau pengumuman untuk penumpang misal “fasten seatbelt”, “no smoking”, dkk.
seatbelt

Fasten Seat Belt dari sini ambil gambarnya : http://archive.onearth.org/files/onearth/seatbelt.jpg

Itu basic internal lighting di pesawat yang saya ketahui. Mungkin di pesawat lain yang lebih besar internal lighting-nya bakal lebih kompleks lagi.

b. External Lighting

External lighting ini adalah lampu-lampu pesawat yang ada di luar badannya. Lampu-lampu di luar ini dioperasikan dari cockpit oleh crew untuk monitoring atau sebagai penanda. External lighting ini nih macamnya :

  • Position / navigation lights : ini lampu yang di ujung sayap (winglet / wingtip) dimana yang kiri berwarna merah, yang kanan warna hijau. Warna ini standar untuk semua pesawat apapun sebagai penanda posisi kanan / kiri pesawat sehingga dari jauh bisa tau pesawat itu bergerak mendekat atau menjauh
  • Anti-collision lights : ini lampu yang kelap-kelip di pesawat kalo dia mau engine ON dan ketika terbang. Biasanya letak lampunya ada di ujung atas tail dan area bawah fuselage
  • Landing lights : lampu ini ada di bawah LH / RH wings. Sesuai namanya, fungsinya adalah untuk membantu crew ketika landing
  • Taxiing lights : lampu ini ada di daerah nose landing gear (roda depan). Sama juga seperti namanya, lampu ini dipakai untuk membantu crew ketika pesawat taxi (taxi : istilah pesawat ketika jalan di darat)
  • Runway turn-off lights : nah ini ada di daerah LH / RH fairings kalo untuk CN235. Saya belum nangkep maksud lampu ini buat apa. Maaf ya. Hehe
  • Wing inspection lights : lampu ini ada di area depan fuselage sebelah kiri dan kanan. Fungsinya untuk menerangi area sayap dan engine pesawat. Kali aja si crew pengen lihatin area sayap atau engine ya pakai lampu ini biar jelas. Hehe
external-lights

External Lights CN235 dan C295. Foto Pak Noviarli Wahyudi di Facebook https://www.facebook.com/noviarli.wahyudi/photos_all

Nah itulah external lighting. Sama seperti yang internal, mungkin di pesawat lain ada beda dan tambahan tergantung keperluan pesawat untuk apa.

3. Elektrik – Hidrolik – Pneumatik – Mekanik

Terakhir, ini yang saya maksud adalah sistem elektrik yang berhubungan dengan sistem lain macam hidrolik, mekanik dan teman-temannya. Dengan perkembangan teknologi semua sistem itu sekarang dikendalikan pakai elektrik. Namun di pesawat NC212 dan CN235 masih ada juga sistem yang fully mekanik, misal flight control surface seperti aileron, elevator dan rudder. Kalo untuk pesawat yang sudah fly by wire macam N250 dulu, itu semua kontrol sistem pakai elektrik.

Coba saya bahas di sini beberapa sistem elektrik yang dipakai untuk kontrol sistem lain :

a. Elektrik – Hidrolik

Ini sistem utamanya adalah hidrolik, namun operasinya pakai elektrik. Dulu N250 untuk penggerak control surface hidroliknya yang fly by wire pakai mekanisme seperti ini. Kalo sekarang di pesawat CN235 yang saya tau memakai mekanisme ini adalah :

  • Ramp door (pintu cargo belakang)
  • Landing gear retract (roda pesawat untuk extend – retract)
  • Propeller brake (pengereman putaran propeller / baling-baling)
  • Nose wheel steering (mirip kayak power steering mobil lah ya)
  • Braking system (sistem pengereman)
  • Flaps (control surface di bagian sayap kiri / kanan)
Jpeg

Ramp Door CN235 : Sistem Elektrik – Hidrolik

mlg-cn235

Landing Gear CN235 : Sistem Elektrik – Hidrolik. Foto Pak Noviarli Wahyudi di Facebook https://www.facebook.com/noviarli.wahyudi/photos_all

Jpeg

Propeller Brake CN235 : Sistem Elektrik – Hidrolik

b. Elektrik – Pneumatik

Sistem ini cuma sedikit sih. Yang saya tau pakai mekanisme ini adalah air conditioning, CPCS (Cabin Pressurize Control System) dan sistem anti-icing. Saya nggak bisa bahas banyak soal ini, ilmu saya belum nyampai. Maaf nggih.. 🙂

c. Elektrik – Mekanik

Untuk pesawat fly by wire, sistem ini dipakai pada mekanisme flight control surface  (aileron / elevator / rudder) dengan bantuan motor. Kalo pesawat yang flight control surface-nya masih fully mekanikal, yang saya tau sistem ini untuk menggerakkan motor trim masing-masing flight control surface tersebut. Apa itu trim ? Biasa, gugling aja deh ya. Hehe. Nah, untuk aktuator sistem Autopilot juga pakai mekanisme ini untuk penggerak servo control surface-nya. Ada lagi kah ? saya lupa eh. Mungkin ada yang mau menambahkan. Monggo… 🙂

flight-control

Flight Control : Sistem Elektrik – Mekanik > Trim. Sistem Elektrik – Hidrolik > Flaps. Gambar CN235 US Coast Guard dari https://airbusdefenceandspace.com/wp-content/uploads/2016/07/8.-cn235-mpa-u.s.-coast-guard.jpg

Alhamdulillah.. dari sini bahasan AEI Engineering sudah selesai. Ya, itulah gambaran umum dari bidang AEI Engineering di pesawat. Harapan saya, tulisan ini bisa berikan gambaran tentang hal apa sih yang bisa dikontribusikan anak Tekfis di pengembangan teknologi pesawat terbang. Semoga tulisan yang masih banyak kekurangan ini bisa bermanfaat untuk pembaca semuanya khususnya anak Tekfis.

Insya Alloh serial Teknik Fisika dan Pesawat selanjutnya masih akan ada. Jadi, tunggu saja yaa… 😀

Terima kasih…. 🙂

Advertisements

About didik

Hanggar, apron dan runway adalah tempat yang paling menyenangkan. Angin bertiup kencang dengan iringan desing putaran propeller adalah pelengkap sempurna untuk menikmati duduk sejenak di tepi hanggar ini sambil mengisi lembaran catatan harian.
This entry was posted in Pesawat and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s